12 Perusahaan Masih Antre untuk Melantai di Bursa

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Bursa Efek Indonesia.

PT Bursa Efek Indonesia.

Jaktara – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat belum ada aktivitas penawaran umum perdana saham atau IPO sepanjang tahun berjalan hingga 27 Maret 2026. Meski demikian, tercatat sebanyak 12 perusahaan berada dalam pipeline pencatatan saham di BEI.

Berdasarkan klasifikasi komposisi calon emiten didominasi perusahaan beraset besar. Terdapat satu perusahaan aset skala menengah (Rp50 miliar–Rp250 miliar). Sementara 11 perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp250 miliar).

Dari sisi sektor usaha, pipeline IPO BEI memperlihatkan penyebaran lintas industri dengan dominasi sektor konsumsi non-primer.

Komposisi sektoral calon emiten terdiri atas tiga perusahaan sektor Consumer Non-Cyclicals, dua perusahaan sektor Healthcare, dua perusahaan sektor Infrastructures, dan dua perusahaan sektor Technology.

Sisanya satu perusahaan sektor Energy, satu perusahaan sektor Financials, dan satu perusahaan sektor Transportation & Logistic.

Sementara itu, belum terdapat perusahaan dari sektor Basic Materials, Consumer Cyclicals, Industrials, serta Properties & Real Estate dalam antrean IPO saat ini.

Sebelumnya Pejabat sementara (PJs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mewajarkan belum adanya IPO pada awal tahun ini. Namun pihaknya tetap mengupayakan pencapaian target penawaran IPO pada tahun ini bisa mencapai 50 emiten.

“Kalau target tentu ini masih awal tahun, kami masih bekerja dengan target itu dan kami akan berupaya,” kata Jefferey di BEI, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Namun demikian, Jeffrey menekankan bahwa fokus utama bagi Bursa saat ini adalah bukan sekadar jumlah perusahaan yang melantai di pasar modal, melainkan kualitas emiten yang melakukan pencatatan saham.

“Kita juga semua sudah sepakat kalau kita akan mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas,” imbuh dia.

Editor : Dwi Rizky

Berita Terkait

Pemerintah Resmi Gelontorkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun untuk Semester II-2026
Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen
Seskab Teddy Ungkap Arahan Prabowo soal Transformasi BUMN dan Optimalisasi Aset Negara
Investor Dapat Perlindungan Hukum Jika Beli Patriot Bond & Merah Putih Bind
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Dibuka, Targetkan 20 Ribu Peserta
Purbaya Kantongi Dukungan Penuh dari China Terkait Penerbitan Panda Bond
Berganti Kepemimpinan, Ini Daftar Transformasi PELNI Ddi Bawah Tri Andayani
Dukung Ekonomi Biru, KKP Ajak Dunia Usaha Perkuat Investasi Berkelanjutan di Ruang Laut

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 21:07 WIB

Pemerintah Resmi Gelontorkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun untuk Semester II-2026

Senin, 22 Juni 2026 - 20:41 WIB

Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen

Senin, 22 Juni 2026 - 13:47 WIB

Seskab Teddy Ungkap Arahan Prabowo soal Transformasi BUMN dan Optimalisasi Aset Negara

Senin, 22 Juni 2026 - 13:39 WIB

Investor Dapat Perlindungan Hukum Jika Beli Patriot Bond & Merah Putih Bind

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:14 WIB

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Dibuka, Targetkan 20 Ribu Peserta

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Suku Bunga Pinjaman PNM Mekar Turun Jadi 8 Persen

Senin, 22 Jun 2026 - 20:41 WIB