Jaktara – Rahayu Saraswati Djojohadikusumo melalui Saraswati Fellowship resmi meluluskan 30 angkatan pertamanya dalam prosesi wisuda khidmat di Museum Nasional Indonesia, Minggu (22/2/2026).
Setelah menyisihkan lebih dari 400 pendaftar dan menjalani mentorship intensif selama tiga bulan, terpilih 30 perempuan muda untuk mengikuti fellowship perdana ini.
Para fellows terdiri dari 15 mahasiswi tingkat akhir dan 15 perempuan mid-career, dengan latar belakang yang beragam, mencakup 11 sektor industri dan 14 jurusan akademik.
Dalam sambutannya, sosok yang akrab disapa Sara tersebut menegaskan bahwa Saraswati Fellowship lahir sebagai respons atas realitas sosial, di mana banyak perempuan muda Indonesia memiliki kapasitas dan keahlian di bidangnya, namun tidak memiliki peta maupun cara menavigasi dunia kepemimpinan.
“Program ini dirancang untuk memberikan akses terhadap mentor, sumber daya atau resources, jaringan dan ruang pengembangan kepemimpinan bagi perempuan-perempuan yang sudah memiliki bekal kemampuan yang luar biasa. Kita bimbing mereka agar Indonesia memiliki lebih banyak lagi contoh figur perempuan di masa depan,” ujar Sara dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).
Ibu dari 3 anak dan tokoh pemimpin muda itu menyampaikan generasi penerus Indonesia membutuhkan sesuatu yang sering disebut dengan visual reference yang memberikan wujud konkret bahwa perempuan bisa.
Oleh karena itu, Saraswati Fellowship hadir untuk mempersiapkan lebih banyak lagi visual reference itu.
Menurut Sara, Saraswati Fellowship tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas teknis, tetapi juga membekali para peserta dengan soft skills dan kesiapan menghadapi dunia nyata.
Keberhasilan Angkatan 1 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak lintas sektor, termasuk para Super Mentor, strategic partners, serta seluruh pendukung program.
“Program ini tidak mungkin berjalan tanpa dukungan begitu banyak pihak yang terlibat. Secara pribadi, saya mengucapkan terima kasih kepada Super Mentors, strategic partner, dan semua orang yang percaya pada mimpi saya,” ungkap Sara.
Wisuda Angkatan 1 menjadi langkah awal dari perjalanan panjang Saraswati Fellowship dalam membangun ekosistem pendampingan perempuan muda Indonesia.
“Saraswati Fellowship tidak berhenti sampai di sini; ini justru menjadi awal dari babak baru. Selanjutnya, program ini akan memasuki persiapan Angkatan 2. Kita juga akan hadirkan lebih banyak lagi program dengan partners baru, pintu kami bukakan lebar bari siapapun yang tertarik untuk berkolaborasi, sehingga memberikan dampak dan manfaat yang lebih besar lagi,” tutup Sara.
Saraswati Fellowship adalah program mentorship kepemimpinan perempuan yang berkomitmen membangun ekosistem pendampingan jangka panjang dan inklusif bagi perempuan muda Indonesia.
Program ini bertujuan mengembangkan karakter, kapasitas, serta jejaring para peserta sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan.








