Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026

Senin, 6 April 2026 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Diskusi dan Buka Puasa Bersama Forum Komunikasi Wartawan Ekonomi Makro (Forkem) di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Diskusi dan Buka Puasa Bersama Forum Komunikasi Wartawan Ekonomi Makro (Forkem) di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Jaktara – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir tahun.

Selama harga minyak rata-rata tidak melampaui US$97 per barel, kata Airlangga, harga BBM bersubsidi dapat dipertahankan hingga Desember tahun ini.

“Selama harga minyak tidak lebih dari USD97 secara rata-rata, maka harga BBM ini bisa kita pertahankan sampai bulan Desember tahun ini,” kata Airlangga dalam Konferensi Pers terkait Kebijakan Transportasi dan BBM, di Kantornya, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Airlangga menyebut dalam konferensi pers sebelumnya, pemerintah dan Pertamina ini sudah memutuskan untuk tidak menaikan harga BBM bersubsidi.

“Jadi, sekali lagi BBM bersubsidi itu adalah Pertalite dan Solar,” kata Airlangga.

Menurutnya, keputusan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan kepastian bagi dunia usaha di tengah dinamika ekonomi global dan volatilitas harga energi.

“Jadi ini guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli,” kata dia.

Dalam kesempatan sama, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa juga menjamin bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik sampai akhir tahun. Sekalipun harga minyak tinggi, pemerintah masih punya cukup uang sebagai bantalan dari kenaikan.

“Selama suplainya ada, kita masih punya bantalan uang sebesar Rp420 triliun dalam bentuk Saldo Anggaran Lebih (SAL). Kalau kepepet, itu masih bisa dipakai,” kata Purbaya.

Namun demikian, kata Purbaya untuk menuju ke arah sana kemungkinan besar sangat kecil. Ia menilai kenaikan harga minyak mentah dunia tidak akan bertahan lama di angka USD100 per barel.

“Untuk waktu yang berkepanjangan cukup kecil, apalagi jika kita melihat dinamika politik di Amerika Serikat. Jadi, masyarakat tidak usah khawatir dan berspekulasi bahwa negara kehabisan uang,” jelas dia.

Berita Terkait

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 dan Pertamax Green Rp17.000 per Liter
Bank Indonesia Naikan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen
Libur Sekolah 2026, ASDP Berikan Diskon Tarif Jasa Pelabuhan hingga 100%
Pemerintah Didesak Reformasi Cukai dan Benahi Tata Kelola DBH CHT
Menguji Ketahanan Fiskal Indonesia: Aman tapi Belum Bebas Risiko
Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System Buat Perkuat Ekosistem Kota
Pemprov DKI Pastikan Stok Minyakita Aman
Potret Dunia Kerja RI: Cuma 40% Bekerja Sesuai Pendidikan

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:55 WIB

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 dan Pertamax Green Rp17.000 per Liter

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:59 WIB

Bank Indonesia Naikan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:39 WIB

Libur Sekolah 2026, ASDP Berikan Diskon Tarif Jasa Pelabuhan hingga 100%

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:53 WIB

Pemerintah Didesak Reformasi Cukai dan Benahi Tata Kelola DBH CHT

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:01 WIB

Menguji Ketahanan Fiskal Indonesia: Aman tapi Belum Bebas Risiko

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 dan Pertamax Green Rp17.000 per Liter

Rabu, 10 Jun 2026 - 07:55 WIB

Ekonomi & Bisnis

Bank Indonesia Naikan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen

Selasa, 9 Jun 2026 - 12:59 WIB