Jaktara – Iman Rachman resmi mengundurkan diri dari posisi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah tekanan yang melanda pasar modal nasional pada Jumat (30/1/2026) lalu.
“Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman dalam konferensi pers.
Seiring kabar tersebut, perhatian publik juga tertuju pada laporan kekayaan Iman Rachman yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Berdasarkan data LHKPN terakhir yang dilaporkan per 31 Desember 2019, Iman Rachman tercatat memiliki kekayaan lebih dari Rp28 miliar.
Harta tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari aset properti, kendaraan, surat berharga, hingga simpanan kas.
Total nilai aset properti yang dimiliki Iman mencapai sekitar Rp13,6 miliar, tersebar di beberapa wilayah strategis seperti: Jakarta Selatan, Depok, Tangerang Selatan.
Sebagian aset disebut merupakan hasil sendiri, sementara sebagian lainnya berasal dari warisan keluarga.
Selain properti, Iman juga melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin dengan nilai mencapai Rp1,63 miliar.
Laporan kekayaan Iman juga mencakup sejumlah aset lainnya, seperti: harta bergerak lainnya: Rp1 miliar, surat berharga: Rp607 juta, harta lainnya: Rp678 juta
Namun yang paling mencolok adalah jumlah kas dan setara kas yang mencapai lebih dari Rp13,5 miliar, menunjukkan besarnya likuiditas yang dimiliki
Jika ditotal, keseluruhan aset Iman Rachman mencapai sekitar Rp31,06 miliar. Sementara kewajiban atau utang yang dilaporkan berada di angka Rp3,02 miliar.








