Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaktara.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan, melampaui periode yang sama tahun lalu sebesar 5,12 persen. Realisasi ini lebih rendah dibandingkan Kuartal I 2026 yang mencapai angka 5,61 persen.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI, Moh Edy Mahmud, menyatakan bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi triwulan 2-2026.

“Ekonomi Indonesia pada triwulan 2-2026 tumbuh 5,29 persen (y-on-y), salah satunya didorong oleh konsumsi rumah tangga yang masih terjaga,” jelas Edy pada konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Edy, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yaitu 2,67 persen dengan pertumbuhan sebesar 5,06 persen (y-on-y).

Kinerja konsumsi rumah tangga pada triwulan 2-2026 utamanya didorong oleh meningkatnya konsumsi per kapita kelompok hotel dan restoran, berbagai kebijakan pemerintah dalam mengendalikan inflasi, serta berbagai stimulus pemerintah untuk mendorong konsumsi melalui diskon tiket transportasi selama periode liburan sekolah dan pembayaran gaji ke-13 bagi ASN/TNI/Polri dan Pensiunan.

“Tingkat Penghunian Kamar (TPK,red) pada hotel bintang mencapai 51,29 persen, meningkat dari triwulan 2-2025 sebesar 48,42 persen,” kata Edy.

Selain konsumsi rumah tangga, komponen lainnya yang mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan 2-2026 dari sisi pengeluaran adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh solid sebesar 6,87 persen (y-on-y). Angka ini didorong oleh investasi swasta dan pemerintah.

Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh impresif hingga 15,97 persen (y-on-y) dan memberikan sumber pertumbuhan sebesar 1,07 persen, seiring meningkatnya realisasi belanja pegawai melalui pembayaran gaji ke-13 untuk ASN/TNI/POLRI dan akselerasi pembayaran tenaga pendidik non-pns, serta peningkatan realisasi belanja barang dan jasa terutama pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari sisi lapangan usaha, BPS mencatat lima sektor utama yang memberikan kontribusi besar terhadap total PDB triwulan 2-2026, yaitu industri pengolahan (18,50 persen), pertanian (13,57 persen), perdagangan (13,02 persen), konstruksi (9,79 persen), dan pertambangan (8,87 persen).

Beberapa sektor turut mencatat pertumbuhan yang tinggi, seperti pengadaan listrik dan gas yang mampu tumbuh hingga 10,81 persen didorong oleh peningkatan penjualan listrik untuk semua segmen konsumen, utamanya segmen rumah tangga, bisnis, dan industri; penyediaan akomodasi dan makan minum juga tumbuh 10,60 persen didorong oleh peningkatan okupansi hotel dan peningkatan kinerja jasa boga seiring meluasnya jangkauan penerima manfaat MBG; serta sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh 6,97 persen sejalan dengan meluasnya pemanfaatan jasa telekomunikasi di berbagai sektor.

Selanjutnya, BPS mencatat sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 4,52 persen pada triwulan 2-2026 (y-on-y). Kinerja sektor ini terutama didorong oleh industri makanan dan minuman; industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik; serta industri kimia, farmasi, dan obat tradisional.

“Pertumbuhan sektor industri pengolahan utamanya ditopang oleh meningkatnya permintaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Edy.

Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor mampu tumbuh 6,39 persen pada triwulan 2-2026 (_y-on-y_) seiring meningkatnya aktivitas perdagangan dan penjualan kendaraan. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya suplai produk domestik (pertanian dan industri pengolahan) dan produk impor, serta peningkatan penjualan mobil dan sepeda motor.

Sementara itu, sektor konstruksi mencatat pertumbuhan yang solid 6,68 persen pada triwulan 2-2026 (y-on-y), didorong oleh peningkatan aktivitas konstruksi dan investasi. Sedangkan, sektor pertanian tumbuh 3,80 persen untuk triwulan 2-2026 (y-on-y).

Secara regional, pada triwulan-2 2026, wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, serta Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan tertinggi terjadi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara sebesar 6,10 persen, diikuti Jawa 5,65 persen dan Sulawesi 5,53 persen (y-on-y).

Berita Terkait

Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026
Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang
Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia
Pemerintah Bongkar Dugaan Mafia Beras, Kerugian Negara Tembus Rp71 T
KKP Dukung Pemanfaatan Ruang Laut untuk Lindungi Mangrove & Populasi Kerang Dara di Belitung
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur Bank Indonesia
Bandara Husein Sastranegara Kantongi Sertifikat Layani Pesawat Jet Sekelas Boeing 737-800
Pemerintah Resmi Gelontorkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun untuk Semester II-2026

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Pemerintah Bongkar Dugaan Mafia Beras, Kerugian Negara Tembus Rp71 T

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026

Rabu, 5 Agu 2026 - 12:46 WIB

Ekonomi & Bisnis

Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang

Rabu, 5 Agu 2026 - 12:38 WIB

Ekonomi & Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen

Rabu, 5 Agu 2026 - 12:00 WIB