BEI Imbau Investor Tetap Rasional di Tengah Eskalasi Geopolitik Global

Senin, 2 Maret 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pejabat sementara (PJs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik.

Pejabat sementara (PJs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik.

Jaktara – Pejabat sementara (PJs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengimbau pelaku pasar untuk tetap tenang dan rasional dalam mengambil keputusan investasi di tengah meningkatnya ketidakpastian akibat eskalasi geopolitik global.

“Menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik yang terjadi di tingkat global, kami menghimbau investor tetap rasional,” kata Jeffrey kepada wartawan, Senin (2/3/2026).

Ia menekankan bahwa pendekatan berbasis fundamental menjadi kunci saat pasar bergerak fluktuatif. Investor perlu mencermati kinerja emiten, prospek sektor, serta kondisi makroekonomi sebelum melakukan aksi beli atau jual.

“Selalu memperhatikan fundamental. Sesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko masing-masing investor,” jelas dia.

Sebelumnya, Pengamat Pasar Modal, Reydi Octa, menilai dalam kondisi ketidakpastian seperti ini, investor cenderung mengalihkan dana ke aset safe haven seperti emas dan obligasi. Bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampaknya diperkirakan negatif dalam jangka pendek.

“Tekanan jual, potensi arus keluar dana asing, serta meningkatnya sentimen risk-off global dapat mendorong indeks mengalami koreksi,” ujar Reydi kepada Warta Ekonomi, Minggu (1/3/2026).

Menurut dia, apabila konflik masih dapat dikendalikan dan tidak berkembang menjadi eskalasi yang lebih luas, pelemahan pasar berpotensi bersifat sementara dengan peluang rebound seiring meredanya sentimen.

“Namun sebaliknya, jika konflik berlanjut atau membesar, volatilitas dapat meningkat lebih dalam dengan tekanan lanjutan terhadap indeks,” jelasnya.

Berita Terkait

Fokus Efisiensi, Pemerintah Tegaskan Tak Ingin Naikkan Batas Defisit APBN
Pemerintah Siapkan Skema WFH Tekan Dampak Kenaikan Harga Minyak
Menaker Pastikan Posko THR-BHR Tetap Beroperasi Selama Libur Lebaran 
Garuda Indonesia Group Terbangkan 77 Ribu Penumpang Pada Puncak Arus Lebaran
KAI Tetapkan Tarif Rp1 untuk LRT Jabodebek pada H1–H2 Lebaran
Jalan Layang MBZ Buka Tutup Situasional, Cek Titik Akses Masuknya
Jasa Marga Catat 1,3 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H-4 Idulfitri
6 Juta Orang Gunakan Angkutan Umum untuk Mudik, Naik 10,98% dari Tahun Lalu

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 21:33 WIB

Fokus Efisiensi, Pemerintah Tegaskan Tak Ingin Naikkan Batas Defisit APBN

Kamis, 19 Maret 2026 - 21:25 WIB

Pemerintah Siapkan Skema WFH Tekan Dampak Kenaikan Harga Minyak

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:14 WIB

Menaker Pastikan Posko THR-BHR Tetap Beroperasi Selama Libur Lebaran 

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:21 WIB

Garuda Indonesia Group Terbangkan 77 Ribu Penumpang Pada Puncak Arus Lebaran

Kamis, 19 Maret 2026 - 11:41 WIB

KAI Tetapkan Tarif Rp1 untuk LRT Jabodebek pada H1–H2 Lebaran

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Fokus Efisiensi, Pemerintah Tegaskan Tak Ingin Naikkan Batas Defisit APBN

Kamis, 19 Mar 2026 - 21:33 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (19/3/2026). 

Ekonomi & Bisnis

Pemerintah Siapkan Skema WFH Tekan Dampak Kenaikan Harga Minyak

Kamis, 19 Mar 2026 - 21:25 WIB