Kadin Sebut Impor 105 Ribu Pick Up dari India Lemahkan Industri Otomotif Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaktara – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai rencana impor 105 ribu unit mobil pick up dari India berpotensi melemahkan daya saing industri otomotif nasional, sekaligus mengganggu pertumbuhan sektor yang saat ini tengah berkembang di dalam negeri.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Mufti Mubarok, menyampaikan masuknya kendaraan impor dalam jumlah besar berisiko menekan produsen otomotif lokal yang saat ini menunjukkan tren pertumbuhan positif dari sisi produksi, investasi, maupun penyerapan tenaga kerja.

“Saat ini, industri dalam negeri sedang bertumbuh dan membutuhkan dukungan, bukan tekanan dari produk impor dalam skala besar,” ujar Mufti dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mufti menegaskan, industri otomotif nasional sebenarnya memiliki kapasitas produksi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan domestik, termasuk kendaraan niaga ringan seperti pick up yang banyak digunakan oleh sektor UMKM, logistik, dan pertanian.

Oleh karena itu, menurut dia, pemerintah dinilai perlu memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri guna memperkuat ekosistem industri nasional.

Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan impor skala besar berpotensi menurunkan tingkat utilisasi pabrik dalam negeri, menghambat masuknya investasi baru, serta berdampak pada penyerapan tenaga kerja di sektor otomotif.

“Industri otomotif nasional memiliki rantai pasok yang panjang, mulai dari manufaktur, komponen, hingga distribusi. Jika pasar domestik dibanjiri produk impor, maka dampaknya akan dirasakan oleh seluruh ekosistem industri,” katanya menjelaskan.

Selain itu, Kadin meminta agar setiap kebijakan impor dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap industri nasional dalam jangka panjang.

“Kemandirian industri otomotif merupakan bagian penting dari ketahanan ekonomi nasional. Oleh karena itu, kebijakan harus berpihak pada penguatan industri dalam negeri,” kata Mufti.

Kadin berharap pemerintah membuka dialog dengan pelaku industri dan para pemangku kepentingan sebelum mengambil keputusan strategis yang berdampak luas terhadap sektor otomotif nasional.

Berita Terkait

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar
Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026
Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen
Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia
Pemerintah Bongkar Dugaan Mafia Beras, Kerugian Negara Tembus Rp71 T
KKP Dukung Pemanfaatan Ruang Laut untuk Lindungi Mangrove & Populasi Kerang Dara di Belitung
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur Bank Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:58 WIB

Literasi Keuangan Masyarakat RI Naik, Tapi Kesenjangan Masih Lebar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 400 Ribu Orang pada Mei 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Tingkat Pengangguran di Mei Turun Jadi 7,22 Juta Orang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Capai 5,29 Persen

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Miris, 0,12% Rekening Kaya Kuasai 70% Total Simpanan Bank di Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Nasional

Prabowo Subianto Menekankan Pentingnya Swasembada

Minggu, 20 Sep 2026 - 11:24 WIB