3 Token AI Ini Naik Dua Digit Saat Pasar Kripto Sideways

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Bitcoin

Ilustrasi Bitcoin

Jaktara – Tiga token berbasis kecerdasan buatan mencatat kenaikan dua digit dalam sepekan terakhir di tengah pasar kripto yang masih bergerak sideways.

Saat Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) cenderung stabil tanpa dorongan tren yang kuat dan altcoin besar tertahan di bawah resistance, Render (RENDER), Bittensor (TAO), dan Injective (INJ) justru menunjukkan kekuatan relatif yang lebih solid.

Kenaikan lebih dari 10% pada ketiga token tersebut terjadi ketika sentimen pasar masih rapuh dan mayoritas aset belum keluar dari fase konsolidasi.

Pergerakan ini mengindikasikan adanya aliran dana selektif ke sektor AI crypto, sementara sebagian besar aset lain masih bergerak dalam rentang terbatas.

Secara teknikal, struktur harga RENDER, TAO, dan INJ dinilai lebih konstruktif dibanding mayoritas pasar.

Render (RENDER) Uji Resistance Kunci

RENDER sebelumnya berada dalam tren koreksi sejak mencetak puncak pada Januari, dengan pola lower high yang menekan setiap upaya pemulihan.

Kini harga membentuk konsolidasi di kisaran US$1,35 hingga US$1,45, disertai penyempitan volatilitas dan melemahnya tekanan jual. RENDER sedang menguji resistance horizontal di area US$1,50 sampai US$1,55.

Penembusan di atas US$1,60 akan membatalkan struktur lower high dan membuka ruang kenaikan menuju US$1,80 hingga US$2,10 sampai US$2,20. Sebaliknya, jika harga turun di bawah US$1,30, potensi pelemahan ke area US$1,10 kembali terbuka.

Bittensor (TAO) Tunjukkan Struktur Paling Kuat

TAO mencatat perubahan struktur teknikal paling jelas di antara ketiganya.

Setelah terkoreksi dari area US$240, TAO mengikuti garis resistance menurun sebelum akhirnya menembusnya. Zona US$178 sampai US$182 kini berubah menjadi area support.

Selama harga bertahan di atas US$178, struktur bullish tetap terjaga. Resistance terdekat berada di US$200, disusul area US$220 hingga US$230.

Jika level US$230 ditembus, ruang kenaikan menuju US$300 terbuka. Penurunan di bawah US$178 akan melemahkan momentum yang sedang terbentuk.

Injective (INJ) Bertahan di Dalam Range

INJ masih bergerak dalam pola sideways sejak awal Februari.

Harga konsisten memantul dari area US$3,05 sampai US$3,15, sementara resistance kuat berada di kisaran US$3,60 hingga US$3,70. Pola ini menunjukkan keseimbangan antara pembeli dan penjual.

Penutupan harian di atas US$3,70 dapat mendorong harga menuju US$4,00 hingga area US$4,40 sampai US$4,50. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan US$3,00 berpotensi membawa harga turun ke sekitar US$2,80.

Berita Terkait

Fokus Efisiensi, Pemerintah Tegaskan Tak Ingin Naikkan Batas Defisit APBN
Pemerintah Siapkan Skema WFH Tekan Dampak Kenaikan Harga Minyak
Menaker Pastikan Posko THR-BHR Tetap Beroperasi Selama Libur Lebaran 
Garuda Indonesia Group Terbangkan 77 Ribu Penumpang Pada Puncak Arus Lebaran
KAI Tetapkan Tarif Rp1 untuk LRT Jabodebek pada H1–H2 Lebaran
Jalan Layang MBZ Buka Tutup Situasional, Cek Titik Akses Masuknya
Jasa Marga Catat 1,3 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H-4 Idulfitri
6 Juta Orang Gunakan Angkutan Umum untuk Mudik, Naik 10,98% dari Tahun Lalu
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 21:33 WIB

Fokus Efisiensi, Pemerintah Tegaskan Tak Ingin Naikkan Batas Defisit APBN

Kamis, 19 Maret 2026 - 21:25 WIB

Pemerintah Siapkan Skema WFH Tekan Dampak Kenaikan Harga Minyak

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:14 WIB

Menaker Pastikan Posko THR-BHR Tetap Beroperasi Selama Libur Lebaran 

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:21 WIB

Garuda Indonesia Group Terbangkan 77 Ribu Penumpang Pada Puncak Arus Lebaran

Kamis, 19 Maret 2026 - 11:41 WIB

KAI Tetapkan Tarif Rp1 untuk LRT Jabodebek pada H1–H2 Lebaran

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

Fokus Efisiensi, Pemerintah Tegaskan Tak Ingin Naikkan Batas Defisit APBN

Kamis, 19 Mar 2026 - 21:33 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (19/3/2026). 

Ekonomi & Bisnis

Pemerintah Siapkan Skema WFH Tekan Dampak Kenaikan Harga Minyak

Kamis, 19 Mar 2026 - 21:25 WIB