Jaktara – Aksi protes keras seorang penumpang pesawat viral di media sosial. Penumpang tersebut meluapkan kekesalannya setelah mengalami penundaan penerbangan (delay) yang cukup lama, yakni hingga 5 jam
Rekaman video yang diupload akun TikTok @bobbynovi menunjukan pria tampak berdiri di lorong pesawat dan beradu argumen dengan kru kabin serta petugas keamanan bandara.
Ia mengeluhkan kondisi di dalam kabin yang terasa panas dan pengap, sementara banyak anak kecil dan bayi yang mulai gelisah.
“Kita sudah menunggu 5 jam, di sini banyak anak kecil. Kalau memang tidak bisa berangkat, kasih informasi yang jelas, jangan cuma mondar-mandir saja!” seru pria tersebut dengan nada tinggi.
Pria tersebut juga menuntut kompensasi dan penjelasan yang transparan dari pihak maskapai. Ia menilai komunikasi dari kru pesawat sangat buruk dan terkesan berbelit-belit.
“Kalian belajar komunikasi kan? Ngomong yang bener, jangan bertele-tele. Semua orang punya waktu, bukan cuma kalian!” tambahnya.
Situasi sempat memanas sebelum akhirnya seorang pramugari memberikan pengumuman melalui pengeras suara.
Dengan nada berat hati, ia meminta seluruh penumpang untuk turun dari pesawat dan kembali ke ruang tunggu bandara karena adanya kendala teknis yang tidak memungkinkan pesawat untuk diberangkatkan segera.
Pengumuman tersebut disambut dengan sorakan kecewa dan tepuk tangan sarkas dari para penumpang yang sudah merasa lelah menunggu di dalam kabin.
Penjelasan Lion Air Group
Sementara itu, Lion Air Group menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan keberangkatan (delay) hingga lebih dari 5 jam yang harus dialami para penumpang Pesawat Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU-742 rute Jakarta-Bali pada Jumat (13/2/2026).
“Super Air Jet menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para tamu terkait keterlambatan keberangkatan penerbangan IU-742 rute Jakarta menuju Bali,” kata Corporate Communication Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan dikutip Minggu (15/2/2026).
Menurutnya, keterlambatan terjadi karena pesawat yang direncanakan mengoperasikan penerbangan tersebut perlu menjalani pemeriksaan teknis tidak berjadwal. Proses ini merupakan bagian dari prosedur operasional yang wajib dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan.
Dalam pelaksanaannya, pengerjaan membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara instan, sehingga berdampak pada rotasi pesawat berikutnya.
“Sebagai bentuk perhatian, kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku telah dijalankan dan diberikan kepada para tamu. Kami juga terus menyampaikan perkembangan informasi selama proses penanganan berlangsung,” jelas Danang.








